Kamis, 05 September 2013

Menerbitkan Naskah Novel di Andi Publisher nyukkksss.....


Halo semuanya, lama tak bersua. di postingan kali ini admin mau nge share tentang bagaimana caranya menerbitkan buku di salah satu perebit "MANJOR" di Indonesia. Nah, salah satu nya adalah Andi Publisher, 
 *dreng....dreengg....dreeengggg* (back sound, biar lebih dramatis) xoxoxo




Ini dia lambang penerbit manjor kita, Andi Publisher. Salah satu penerbit keren nan gagah yang menjadi penerbit besar di negri tercinta kita, Indonesia. para masyarakat luar udah sering mendengar namanya, oh tentu pastinya. siapa sih yang ga kenal penerbit Andi, penerbit yang sangat Oke menerbitkan banyak buku dalam bidang Komputer dan Desain visualnya. 

Ya, kita memang lebih sering mengenal penerbit Andi sebagai salah satu penerbit buku dalam bidang Komputer. dan jarang sekali yang tahu kalau ternyata penerbit ini juga menerbitkan novel-novel remaja. dulu juga, sejujurnya nih ya, Admin emang g tahu. awalnya gitu. eh, baru tahun 2011 lalu, saat dunia dilanda banjir Korea nan Buanyaaaak....tenanan itu, baru deh Admin melihat pelita dari novel-novel terbitannya.

Untuk melihat-lihat dan yang pengen mencoba membeli, moggo di klik dan dilihat situsnya di  Andi Publisher

Sheila,....itulah imprint dari penerbit andi. yap, imprint penerbit Andi satu ini banyak menerbitkan buku-bukunya di berbagai kisah romansa yang ala anak muda banget lah. tapi jangan sangka, ada juga loh, karya-karya yang merupakan cerita dengan target pembaca anak. Judul sama ceritanya lucu-lucu lagi, aahhhh....jadi pengen baca~~~~ *nari hula hula sesaat* [PLAKK...]

Oke, *beresin kertas*, kalo gitu langsung lanjut aja deh ya syarat apa aja yang di perluin buat ngirim naskah ke Penerbit Andi, lets cek it out!!

1. SHEILA ( imprint khusus buku-bku fiksi novel dan kumcer)

- Tema bebas, apa saja diterima selama tidak menyinggung timbulnya isu SARA

- Naskah yang sudah selesai dikirimkan dalam bentuk print out atau sekarang udah bisa dikirim lewat email ke duniajathee@gmail.com
untuk alamat kalo pengen ngirim yang hard copy  PenerbitAndi, Jl. beo no. 38 – 40, Yogyakarta 55281 telp. 0274 – 561881

- Sertakan sinopsis, nah ini yang perlu diingat para hadirin sekalian.  Begini, kata para mas dan mba editor dari banyak penerbit, mereka banyak yang ngeluh. Salah satu keluhan mereka adalah mengenai sinopsis. Sinopsis yang dikirimkan ke penerbit untuk dinilai oleh para editor adalah sinopsis KESELURUHAN isi cerita yang kalian buat, bukan Blurb. INGAT, bukan BLURB, atau apalah itu namanya, admin juga ga ngerti istilah benernya gimana. tapi kira-kira sejenis itu lah ya, pokoknya yang ada di belakang novel kalo kita jalan-jalan ke toko buku.

para mas-mas, dan mba-mba editor itu membutuhkan isi cerita kalian, berarti semua isinya, ga ada yang ditutup-tutupi, apalagi sampe ngasih tanda tanya atau malah pertanyaan seperti, "bangaimanakan kelanjutan dari kisah cinta si Bejo dan Juminten, akankan mereka melewati kisah bahagia dan pulang dengan duit seratus dolarnya?..."  atau...ya sejenisnya deh. Kalau mereka ngeliat yang kayak begitu,  ya jelas editor langsung ngebatin  "Kok ya nanya aku, boten ngertos lah aku!" mending kalo cuman ngebatin, lah kalo para editor lagi kesel dan ber bad mood ria, bisa-bisa naskah kalian langsung di lempar kebelakang. Nah, gawat kan.

- Sertakan biodata lengkap. saran admin sih, kalian ngasih biodatanya dalam bentuk narasi menarik. boleh gokil atau dengan bahasa lebay nan melambay, gpp. yang jelas  harus eye chatching. tapi jangan berlebihan. berlebihan itu selalu ga baik, oke ;)

- Cantumkan email dan nomor kontak

- Tulisan sesuai dengan  EYD yang berlaku

- Panjang halaman untuk novel 100 dan maksimal 200, sepasi 1,5 font bebas.

- Buat kumpulan ceritanya, atau bahasa kerennya "cerpen". itu minimal berjumlah 15 buah, dengan rata-rata panjang 1 cerpennya 8 halaman spasi 2, font arial 11



2. NYO-NYO (imprint buku anak-anak, fiksi dan non-fiksi)

Untuk buku anak berseri

- Tema bebas, selama tidak menyinggung timbulnya SARA

- Minimal memiliki 5 seri, 

- Memperhatikan EYD yang berlaku

- Menyertakan ilustrasi (untuk naskah-naskah yang memang menggunakan ilustrasi) jika tidak bisa dibicarakan lebih lanjut selama kontent cerita cukup menarik.

- Panjang halaman minimal 20 hlm (ukuran naskah jadi)

- Lebih diutamakan bilingual

- Sertakan sinopsis dan Biodata lengkap

- naskah dikirim dalam bentuk print out ke alamat yang ada di atas


Untuk novel anak

- Tema bebas selama tidak menyinggung isu SARA

- Tulisan memperhatikan EYD

- Panjang halaman minimal 80, sepasi 2, arial 11 (admin ga tahu kalau ini masih berlaku apa nggak)

- Sertakan sinopsis dan proposal (untuk novel yang berseri)

- Tulisan dikirim dalam bentuk hard copy

- Sertakan ilustrasi (jika ada), kirimkan naskah ke alamat berikut :

Penerbit Andi (Imprint NYO-NYO)
Jl. beo No. 38-40
Yogyakarta 55281
Tlpn. 0274-561881 eks. 203

Penilaian naskah akan berlangsung selama 3-4 bulan. Lumayan lama, tapi itu memang standar kebanyakan penerbit di Indonesia. Oke, tunggu aja dengan sabar sama banyak-banyak doa. mogga naskah kalian bisa nembus penerbit ini dan....eng...ing....eng......kalian jadi penulis deh hehehehhe 


Oke, mungkin cukup sekian laporan hari ini dari admin WhiteIvy, see you next time yaw (>_^)


Sabtu, 08 September 2012

The Sadness Winter in Korea in Youtube !!

Hallo everyone.....

Maaf udah lama nih jarang publish. Ada banyak kegiatan yang susah buat ditinggal. Gomennasai ya m(_ _)m

Nah langsung aja ke topik permasalahan yang mau kita bahas di sini.

Mungkin ada banyak orang yang sedikit aneh dengan judul yang admin tulis diatas. Okee, emang rada-rada aneh sih, admin sendiri juga ngakuin -_-a hahah .Tapi itu yang bakalan kita bahas sekarang. jadi stay tune oke!

Mungkin bagi kalian yang suka baca novel dan pecinta Korea udah nggak asing lagi dengan Novel yang satu ini. Judulnya The Sadness winter in Korea. Kalo ga salah nih Novel baru keluar pas awal-awal Juni kemaren (maaf klo salah, soalnya ini juga infonya dari temen heheh).




Nah Novel ini ceritanya tentang seorang cewek yang benci banget sama yang namanya artis. Sebenernya bukan dibilang benci sih, tepatnya dia ga suka aj sama mereka.

Buat sinopsinya admin udh copy-paste dari gramediaonline.com. Moggo dilihat.

"Kebanyakan orang pasti menyukai artis, tapi tidak dengan Park Yoona. Baginya mereka adalah makhluk bermuka dua yang selalu membuat dirinya naik darah. Niatnya untuk mencari inspirasi baru malah terganggu dengan kehadiran makhluk yang paling dibencinya itu. Mereka adalah artis tenar ikon baru Seoul, Ji sun, Jung Yong, dan Kevin.

Di tengah situasi kacau balau itulah Yoona bertemu dengan lelaki misterius. Yoona selalu terhipnotis hingga sanggup melupakan masa lalunya yang kelabu tiap kali bertemu lelaki itu."




Terus, baru-baru ini, tadi admin lihat di youtube. Terus di deretang "the lates video" admin nemu video ini. http://www.youtube.com/watch?v=Y_sBovwj9Nk&feature=youtu.be

Menurut pendapat admin sendiri sih, ini video di tunjukin buat para pembaca novel "The Sadness Winter in Korea." sebagai ucapan  terimakasih dari penulisnya buat mereka-mereka yang sudah suka dan baca novel tersebut.

Buat kalian yang penasaran kayak gimana sih Video yang dibuat oleh Rizki De tersebut, silakan lihat link yang udah admin kasih.

Nah buat novel selanjutnya, bagi kalian yang suka novel karya Rizki De, di tunggu aj. Moga aj dia bakalan ngeluarin novel baru lagi dan bisa lebih bagus dari novelnya yang sekarang.

Oke, sekian laporan dari admin WhiteIvy. See next time ya ^o^


Rabu, 15 Agustus 2012

Vocaloid & Cover Vocaloid

Halo semuanya apa kabar????

Gimana puasanya pada masih kuat ga? semangat! sebentar lagi mau buka kok lol~

Ah, ngomong-ngomong di sini admin mau ngomongin masalah yang paling sakral di dunia para pecinta Jepang. bagi kalian-kalin yang cinta anime dsb pasti udah pada tau kan tentang vocaloid? 

Belum?

Okee, admin kasih tau deh.... heheh  #PLAK

Menurut mbah wikipedia, dia bilang begini :

"Vocaloid (ボーカロイド?) adalah perangkat lunak produksi Yamaha Corporation yang menghasilkan suara nyanyian manusia. Komposisi musik danlirik dimasukkan di layar penyunting sesuai nyanyian dan iringan musik yang diingini. Suara nyanyian diambil dari "pustaka suara" yang berisi sampling rekaman suara dari penyanyi sebenarnya. Lirik lagu dinyanyikan dalam bahasa Inggris atau bahasa Jepang."




Gimana? udah ngertikan?

Nah, di dunia per- Vocaloidan itu punya ikon tersediri juga. beberapa yang terkenal adalah 

1. Hatsune Miku




2. Kagamine Rin dan Kagamine Len


Kadang ada banyak orang yang lebih suka buat si kembar ini dalam fanfict yang tema-nya brother complex. jadi si kembar Len sama Rin itu di sana di jadiin pasangan. dan kadang admin sendiri juga jadi salah satu yang buat fanfict begituan huahahahhahaha #PLAK



*ehem* *benerin dasi*
Next, adalah....

3. Kaito Append



lets singing together everyone~~~


5. Kamui Gakupo

Adalah Vocaloid yang paling dewasa *pendapat pribadi* *grin* hahahahah #PLAK  *maaf, abaikan*



menurut pendapat admin sendiri, kamui gakupo-san itu kayaknya di buat dengan tema jepang kuno. bukan gara-gara gayanya dengan rambut panjang dan pakaiannya, tapi karena warna suaranya memang sedikit berbeda jika dibandingkan dengan para vocaloid lain yang memiliki warna suara lebih moderen. 

tapi warna suara gakupo ga sampai kayak warna suara enka kok, jadi tenang aj....:D


5. Megurin Luka

Mungkin luka sama kayak gakupo yang memiliki image vocaloid lebih dewasa jika dibandingkan dengan rin, Miku ataupun gumi. jadi, mungkin karena sebab itu juga para penggemar kadang membuat luka sebagai pasangan Gakupo dalam berbagai PV dll.




Dan lain sebagainya......

LOL, sebenernya masih banyak lagi vocaloid lain yang belum admin tulis di sini. tapi admin ga bahas tentang Vocaloid aja di postan kali ini. admin mau ngebahas juga tentang pengcover dari vocaloid yang admin acungin jempol.  XD

Sebenernya ada banyak dari para pengcover Vocaloid di seluruh dunia. terutama di Jepang. biasanya para pengcover Vocaloid ada di situs nico nico douga.  para nico-nico singer itu keren banget. dan kebanyakan bisa buat kalian melting~ (///O///)

Oke, lupakan para nico-nico singer, sekarang stay tune buat pengcover Indonesia yang mau Admin kenalin ke kalian semua. hohohoho


Siapakah mereka??

Penasaran? Tenang aja, bakat mereka bukan ecek-ecek kok. telinga admin ga pernah salah dalam menilai kuliatas dan warna sebuah suara, jadi tenang aja. percaya sama admin kalian bakalan suka sama mereka.

Nah, ini dia.....

*treeeng..treeeng...tereeeeeengggggg*


1. Anfee

Dia salah satu dari dua Pengcover asal Indonesia yang mau admin kenalin ke kalian semua. admin suka sama suaranya. terkesan berani, soalnya suara dia bertipe Alto.

Nah kalau mau dengerin silakan~ :D








Untuk coveran Anfee lebih banyak, silakan kunjungi langsung situsnya di http://www.youtube.com/user/91teffi

2. Keith

Nah kalau suaranya Keith terkesan lembut dan kawai~~

Cek it out!






Untuk coveran Keith lebih lanjut bisa langsung kunjungi situsnya langsung di http://www.youtube.com/user/deathlyman


Oke, yang di atas barusan itu hanya cover dari suara masing-masing pengcover. terus untuk Suara duet mereka berdua ada di sini~~

Cek it out!

1. YUMEZAKURA (Anfee & Keith)
Hayoooo pada ada yang bisa bedain mana Keith mana Anfee ga?? B-)
hohohoohohoh

Coveran ini selalu jadi favorite admin hohohoho

2. SPIRAL GAME (Anfee/Bira/MilkT/Keith)

3. ReAct (MilkT/ Anfee/ Keith) 


Mungkin di sini suara Anfee kedengeran sedikit lebih berbeda . daripada suara dia yang lain, tapi tenang aja, masih enak di denger kok :D



Okee, itu dulu postingan Admin kali ini, untuk pertanyaan dan komentar akan admin jawab nanti~~

See yaa semua ^o^

Credit : Google, zerochan, Anfee dan Keith.

Minggu, 09 Oktober 2011

Numpang lewat XD

HI guys....apa kabar semuanya, udah hampir setahun berjalan dengan blog cerbung and cerpen ini xoxoxox tapi para admin lagi pada males mosting gimana donk? ahahaha

Kalo kalian ngasih koment dan ngomentarin semua cerita mungkin para admin yang lain bakalan semangat 45 buat nulis cerita di blog ini #emangMau perang -_-"

Tapi tenang aj kok guys selesai ujian blog ini admin bakalan mosting cerita-cerita baru di blog ini kekekekke maklum anak kuliahaan yang lagi susah nyari waktu buat mosting, kalopun ada pasti tepatannya males wkwkwk #PLAK

Yaps admin bakalan ngelanjutin cerita dari "Look at me" itu sampe abis dan pastinya lanjutan dari cerita itu bakalan menggigit kayak makan sambel ahahahahha *ngaco


Admin juga udah mikirin tentang beberapa cerita baru yang di antaranya ada cerpen dan cerbung yang bakalan di posting. sebenernya selain karena faktor waktu admin sibuk gara-gara harus ngurus 2 blog lain, nulis di blog berita, dan beberapa alamat situs lain yang jumlahnya ga sedikit jadi harap di maklumi ya....^^;
ditambah ada lebih dari satu novel yang harus di urus untuk di publis, makannya semua waktu admin keisep abis kayak air ckckck #lebay

Oke...buat kalian yang masih nunggu kelanjutan cerita "look at me" sebentar lagi part-part selanjutnya bakalan di posting, pokoknya dalam minggu-minggu ini deh. harap sabar dan maklum ya heehehehe

well see ya ^^

Jumat, 01 Juli 2011

look only at me ep 4

  "Aku senang bisa melihatmu lagi Eun si." ucapa Ryeowook sambil mendorong kursi rodaku dengan perlahan ditaman dekat sungai Han yang terletak tidak jauh dari rumahku.
  "Yeah..."
  Ryeowook menghela nafas panjang. "Apa selama kau dirumah sakit Tae hyun terus menjagamu?"
  "Hmm yeah, dia selalu disana dan baru pulang jika aku menyuruhnya."
  Ryeowook diam sejenak sebelum akhirnya kembali berbicara dengan nada yang berbeda. "Apa dia menceritakan sesuatu kepadamu?"
  "....hmm, dia terus bercerita ini dan itu sejak ia tahu aku hilang ingatan, ia tidak henti-hentinya menceritakan 'ini dan itu' seakan dia sedang bercerita tentang dirinya sendiri." aku tertawa pelan. "Dan terkadang aku merasa ia adalah laki-laki yang baik."
  "Begitu?" nada Ryeowook terdengar dingin.

  Aku memutar kepalaku. pandanagn Ryeowook terlihat menerawang jauh. ia terlihat seperti seseorang yang tertekan, namun ia menutupi semua itu dengan senyuman saat pandangannya bertemu dengan mataku. "Aku senang jika kau juga senang Eun si." terkadang entah kenapa aku merasa senyuman itu adalah sebuah topeng yang membuatku merasa tidak nyaman.

  "Lalu bagaimana denganmu sendiri Ryeowook ssi? ahk...maksudku, mm... setelah kecelakan itu aku benar- benar tidak punya ingatan apapun tentang semua hal. semuanya seperti baru bagiku. dan kuharap kau tidak keberatan untuk menceritakan semunya dari awal..." pandanganku kembali mengarah kedepan. berharap ia tidak melihat ekspresi memalukan yang sedang terlukis diwajah ini.

  Ryeowook diam sesaat sebelum akhirnya ia tertawa pelan. "tentu saja aku tidak akan merasa keberatan jika itu adalah permintaanmu."

  Pipiku kembali bersemu merah....ahhh ini benar-benar bodoh, kenapa jantungku berdebar sangat cepat

  "Aku bingung harus dari mana aku memulainya..." kata laki-laki itu masih terus tertawa.
  "...dari saat pertama kali kau bertemu denganku, sampai kau menjadi tunanganku..."
  "Hmm, baiklah..." Ryeowook mendorong kursi rodaku kedekat sebuah pohon besar didekat lapangan basket yang dipenuhi oleh sekumpulan laki-laki yang sedang bermain basket diatasnya. lalu kami berhenti tepat dibawah pohon besar itu. "Kita bertemu disini." Jelas laki-laki itu memulai ceritanya. "Kau saat itu baru masuk universitas dan aku adalah kakak kelasmu diuniversitas yang sama. waktu itu kau kesini dengan Tae hyun, yeah... seperti biasanya kalian berdua adalah sahabat kecil yang selalu bersama seperti kakak dan adik. Tae hyun sedang bermain basket dan kau yang menjadi pemandu soraknya.... aku biasa ingat jelas bahwa kau adalah seorang gadis yang sangat ceria dan hiperaktive sampai-sampai kau naik keatas bangku dan terjatuh."

  Ahk aku tidak pernah membayangkan aku adalah gadis yang seperti itu dulu.

  Ryeowook menghembuskan nafas panjang, "Dan bersyukurlah saat itu aku menolongmu sehingga kau tidak terluka." Ryeowook duduk diatas bangku panjang disebelah kursi rodaku lalu meliriku dengan sebuah senyum seporoh. "Dan sejak saat itu kita menjadi sering bertemu di universitas dan pada akhirnya aku memutuskan agar kita berdua bertunangan. Dan...selesai..."

  Aku mengangkat sebelah alis melirik Ryeowook. sesederhana itukah kisah hidupku dulu dengannya. apa tidak ada sesuatu yang menarik atau apapun yang membuatku terkejut dan sebagainya.  ini benar-benar jauh diluar dugaanku. ternyatan dulu aku benar-benar orang yang sangat datar dan tidak mempunyai kisah yang menarik, kupikir adalah sebaliknya. jadi kurasa tidak akan masalah jika aku melupakan apa yang terjadi sebelum aku hilang ingatan.

   "Bagaimana?" tanya Ryeowook dengan wajah tenang namun berharap aku mengatakan sesuatu yang menyenangkan.

   Aku tersenyum getir ..." Ummm yeahh..san...sangat m-menarik sekali." jawabku dengan penuh perjuangan saat aku mengucapakan beberapa kata itu.
   "Benarkah?! itu bagus bukan?" lalu wajah Ryeowook terlihat sangat puas.
   "Y-Yeah..."

   Aku benar-benar lebih memilih Tae hyun untuk menceritakan semua hal dibanding dengan laki-laki ini. meskipun ia memilki wajah yang lebih tampan dari Tae hyun tapi sikap Tae hyun selalu membuatku nyaman sehingga tidak terkesan canggung seperti sekarang.

  Tunggu...kenapa tiba-tiba aku memikirkan laki-laki itu dibandingkan dengan tunanganku sendiri??! sepertinya ada yang tidak beres dengan diriku. dasar bodoh~

  Pandangan Ryeowook yang semula terlihat ceria tiba-tiba berubah menjadi dingin. "Apa....Apa Tae hyun pernah bercerita tentang diriku saat kau masih dirumah sakit?"

   Sepasang alisku langsung bertaut. "Tidak. ia tidak pernah bercerita apapun tentang dirimu." aku menarik nafas panjang berusaha mengusir segala pikiran aneh yang ada diatas benakku. "Bahkan aku baru tahu kau adalah tunanganku beberapa saat yang lalu." tambahku sambil menoleh padanya dengan segaris senyum meminta maaf.

   Ryeowook membalas senyumanku, "menurutku lebih baik begitu." sepasang alisku kembali bertaut.
"Yeah...bukankah dengan begitu aku akan menjadi salah satu tokoh untuk kisah hidupmu yang baru?" tambahnya menjelaskan. "anggap saja setelah apa yang telah kau alami itu adalah akhir dari kehidupanmu yang dulu, dan sekarang adalah waktu dimana kau lahir menjadi dirimu yang baru."

  Aku tahu....wajahku kini memperlihatkan senyum ceria. namun, entah kenapa aku merasa ada sesuatu yang membutku sedih. apakah ada kenangan yang paling berharga dalam hidupku dulu yang membuatku tidak boleh melupakannya?! tapi kurasa itu hanya perasaanku saja...

###

    Ryeowook mengantarku sampai kedepan pintu rumah saat langit sudah berwarna jingga. ia tidak bisa mengantarku sampai kedalam karena ada urusan mendadak yang tidak bisa ia tingalkan. dan akupun tidak keberatan. yeah mungkin karena aku merasa bahwa Ryeowook masih sedikit asing bagi diriku mengingat aku tidak mempunyai memori apapun tentang dirinya....

  Aku memasukkan kunci kedalam lubang pintu, kemudian sepasang alisku saling bertaut. lalu aku membuka pintu dengan perasaan sedikit takut dan trus bertanya, kenapa pintu rumahku tidak terkunci?! apa ada orang lain didalam!!? pencuri? perampok!! atau bahkan.... ahhh tidak-tidak, stop Eun si! jangan memikirkan hal-hal konyol seperti itu. tapi kenapa pintu rumahku tidak terkunci padahal tadi aku yakin sekali sudah menguncinya sebelum kami pergi!! aku menelan ludah dan menggerakkan roda kursiku untuk masuk. 

  Seisi rumah masih gelap dan sunyi, tidak ada seorangpun--  
  Aku berhenti bergerak saat berada disamping sebuah sofa panjang diruang TV, nafsku mulai tercekat. ada seseorang diatas sofa. ia tidak bergerak! apa dia mati!?? aku memberanikan diri untuk mendekatinya perlahan....lalu setelah aku bisa mengenali sosok itu, aku kembali menghembuskan nafas lega. ternyata dia adalah Tae hyun. ia tertidur diatas sofa dengan kepala yang sedikit miring kesalah satu sisi. pakaianya sudah berbeda dari saat sebelumnya. ia terlihat sangat kelelahan, mungkin karena terus menjagaku saat dirumah sakit. Tapi.... tapi tetap saja kenapa ia tertidur didalam rumahku!!! bukankah dia punya rumah sendiri!!!
  "Hei Tae hyun bangun."
  "Hmm..." laki-laki itu membuka matanya sesaat lalu menutupnya kembali.
  Oh tuhan!! laki-laki-laki ini benar-benar...."Tae hyun...bangun!" ulangku sedikit  kesal.

  Kelopak mata laki-laki itu kembali terbuka. kemudian sebelum ia kembali menutup matanya lagi aku langsung menepuk pelan pipinya. membuat laki-laki itu terbangun seutuhnya.
   Tae hyun mengerjap-ngerjapkan matanya sesaat saat melihatku, "Eun si?!"
   "Ya." sepasang alisku saling bertaut saat menjawabnya karena ekspresi Tae hyun seakan seperti melihat hantu.
   Tae hyun kembali mengerjap-ngerjapkan matanya sebelum akhirnya kembali seperti biasanya. "Ah kau sudah pulang."
  "Hmm..." jawabku dengan sebelah alis yang terangkat.
  "Kenapa??"
   "Apa kau selalu tidur didalam rumahku seperti ini dulu?"
   "Y-yeah..." jawab tae hyun sedikit bingung.
   "Sering?"
   "Eh..tidak juga."
   "Begitu?" ekspresiku masih seperti seseorang yang sedang mengintrogasi.
   "Apa ada yang salah?"

   Aku menarik nafas panjang. "Tentu saja ada yang salah!! mana boleh seorang laki-laki dengan seenaknya tidur dirumah seorang gadis !! aku tidak tahu apa yang dulu ada didalam pikirkanku sampai-sampai aku memberikan kunci cadangan rumahku sendiri pada dua orang laki-laki lain. yeah kalian memang orang yang aku kenal!! tapi setidaknya sekarang aku merasa....." aku terdiam. apa yang aku katakan?! kenapa aku memarahinya?? bodoh!! "Lupakan..."

   Tae hyun masih diam pada posisinya, ia sedikit tercengang dengan apa yang baru saja aku katakan. 

   Aku menghela nafas panjang, "Maafkan aku...aku hanya sedikit terbawa emosi."
   "Ah..eh tidak, kurasa tidak apa-apa. aku hanya sedikit kaget karena kau marah seperti biasanya Eun si. kupikir sejak kau hilang ingatan kau tidak akan marah karena hal ini, tapi sepertinya kau yang sekarang dan yang dulu masih sama. aku senang." ucap Tae hyun sedikit membuatku terkejut.

  Aku....dulu selalu seperti ini?  kurasa... aku memang pernah mengalami hal ini sebelumnya. dulu....

  Kepalaku tiba-tiba terasa sakit. sangat sakit..seperti ada benda besar yang menghantam bagian belakang kepalaku. sekelabat bayangan mulai terlihat samar diiringi rasa sakit yang amat hebat merayapi seluruh tengkorakku. dan sebuah suara yang sangat aku kenal terdengar sangat khwatir
  "Eun si?! Eun si kau kenapa?!!"
  Aku tahu ia adalah Tae hyun, teman masa kecilku. tapi ada hal lain yang membuatku merasa dia bukan hanya sekedar teman masa kecil biasa. dan saat aku berusaha mengingatnya namun kepalaku terus bertambah sakit....lalu hal terkhir yang dapat aku ingat hanyalah bayangan aku dan Tae hyun yang sedang berdiri berdampingan dibawah sebuah pohon.....dan semuanya terlihat gelap.


to be continue.....

Kamis, 02 Juni 2011

look only at me ep 3

mobil sedan hitam milik Tae hyun berhenti disebuah rumah dengan pekarangan yang terlihat sempit karena terlalu banyaknya tanaman dan pot. rumah itu bercat putih dengan kayu yang dicat warna karamel dan pagar berwarna coklat. disatu sisi rumah terpakir sebuah mobil  jaguar silver. aku menoleh pada Tae hyun berharap ia mau memberi tahuku tentang siapa pemilik mobil itu. namun pertanyaan itu seakan langsung lenyap saat melihat ekspresi diwajah laki-laki itu. wajah Tae hyun terlihat menegang. pandangannya terus menatap lurus pada mobil jaguar itu. beribu pertanyaan langsung membanjiri otakku namun mulutku seakan tidak sanggup mengucapkan sepatah katapun. aku menghela nafas dan menepuk bahu Tae hyun. seperti dugaanku, laki-laki itu langsung tersentak saat aku melakukannya.
"Ada apa?" tanyaku berusah terdengar biasa.

Tae hyun berusaha tersenyum, namun yang terlihat adalah sebaliknya. "Tidak." aku bisa yakin bahwa laki-laki disampingku ini bukanlah seorang pembohong yang hebat, karena apa yang dia katakan dengan apa yang ia perlihatkan sangatlah kontras.

"Apa ini rumahku?" tanyaku mengalihkan.
"Hmm."
"Kenapa kita tidak masuk?"
"Ya." wajah tegang masih menyelimuti ekspresi laki-laki itu, membuatku semakin heran.

Tae hyun mendorong kursi rodaku masuk kedalam rumah. gerbang dan pintu masuk tidak dikunci apa ada orang lain yang tinggal bersamaku dirumah ini? tapi kenapa orang itu tidak pernah menjengukku dirumah sakit? Tae hyun juga pernah bercerita bahwa kedua orang tuaku sudah tidak ada dan aku tidak dekat dengan siapapun, lalu?
"Tae hyun apa aku tidak pernah mengunci rumah?"
"Eh? ah tidak, kau selalu mengunci rumah tapi aku mempunya kunci cadangan rumahmu karena kau dulu yang memberikannya kepadaku."
aku menoleh padanya dengan ekspresi tidak mengerti.
"Ya, kau selalu sibuk dengan urusan kuliahmu sedangkan kau sendiri menyewa seorang pembantu rumah tangga yang datang seminggu 3 kali tiap pagi sampai siang, jadi kau selalu memberiku kunci cadangan itu kepadaku karena aku adalah teman baikmu sekaligus aku adalah tetangga disebelah rumahmu." jelasnya ringan.

oh, berarti kami adalah tetangga? teman sejak kecil dengan rumah yang selalu berdekatan? yeah tidak heran jika ia tahu segalanya tentang diriku jika melihat kondisi seperti ini. sepasang alisku langsung bertaut bukankah  tadi pintu gerbang dan pintu utama tidak dikunci lalu apa ada orang lain lagi yang mempunyai kunci cadangan rumahku selain Tae hyun? kebingungan didalam pikiranku langsung terjawab saat melihat sosok seorang laki-laki jangkung dengan rambut dicat pirang sedang berdiri didekat jendela seperti seorang yang sedang menunggu, wajahnya terlihat kecil dan kurus namun rahangnya terlihat tegas. ia memakai kemeja putih dan jas hitam. menurutku ia terlihat tampan. laki-laki itu tersenyum saat melihat kedatanganku. ia melangkah kearahku dan berjongkok.
"Aku senang kau baik-baik saja Eun si." ucapnya lembut. seketika itu juga wajahku langsung bersemu merah melihat wajah tampan itu tersenyum padaku. aku berusaha menguasai diri dan mulai berbicara.
"Maaf, aku tidak mengenalimu."
kerutan halus didahi laki-laki itu terlihat samar namun jelas bagiku. apa dia shock?
"Dia hilang ingatan Ryeowook." jelas Tae hyun.

sepertinya mereka berdua saling kenal.

pandangan laki-laki tampan bernama Ryeowook itu langsung tertuju pada Tae hyun.
"Ia hilang ingatan karena kecelakanan itu." ada penekanan dalam kata-kata terkahir yang diucapkan Tae hyun.
 perasaanku menjadi tidak enak saat mereka berdua saling bertatapan, ditambah dengan penekanan yang tidak menyenangkan dari kata-kata yang baru saja dikatakan Tae hyun. aku mulai merasa tidak nyaman karena mereka berdua terlihat seperti akan berkelahi.

"Eh....Ryeowook ssi, maaf aku memang mengalami amnesia, tapi aku berharap aku bisa mengingat tentangmu. apakah kau temanku seperti Tae hyun?" tanyaku polos.

Ryeowook diam sesaat memperhatikanku sebelum akhirnya tersenyum,

"Ia tunanganmu Eun si." potong Tae hyun dengan nada dingin.

Ryeowook kembali menatap Tae hyun dengan tatapan datar sebelum akhirnya kembali menatapku dan tersenyum.

aku membeku diatas kursi rodaku. apa? apa aku tidak salah dengar? aku mempunyai tunangan? dan sekarang ia ada dihadapanku? apa ini nyata? bukankah aku masih kuliah? tapi kenapa aku sudah mempunyai tunangan??

"Ia benar Eun si, aku tunanganmu." kata Ryeowook. "Maafkan aku karena aku tidak bisa menjengukmu dirumah sakit. banyak sekali urusan diluar negri yang membuatku tidak bisa datang, dan setelah aku sampai diSeoul, aku mendapatkan kabar bahwa kau sudah pulang hari ini jadi kuputuskan aku menunggu dirumahmu."

berarti Ryeowook juga mempunyai kunci rumahku? tubuhku langsung lemas. oh tuhan sebenarnya apa yang aku pikirkan dulu sampai-sampai aku memberikan kunci cadangan rumahku kepada dua orang laki-laki. meskipun mereka berdua adalah orang yang aku kenal sebelum aku hilang ingatan, tapi.....bukankah seorang wanita seharusnya mempunyai hak privasi.

"Apa benar begitu?" celetuk Tae hyun dengan nada dingin seperti sebelumnya. "Atau itu hanya alasanmu saja?"

Ryeowook bangkit berdiri. ia memperlihatkan ekspresi dingin yang menurutku sangat tidak menyenangkan. "Apa kau berhak berbicara denganku Tae hyun ssi??"

"Menurutku tidak salahkan jika aku berbicara dengan semua orang yang aku inginkan?" Timpal Tae hyun."Lagipula seharusnya aku yang berkata seperti itu padamu, 'apa kau mempunyai hak berbicara denganku dan dengan Eun si?'"

Ryeowook diam tapi kemudian ia menyungingkan senyum separoh, "Baiklah terserah apapun yang kau katakan Tae hyun ssi. aku datang kesini bukan untuk berkelahi denganmu ataupun berbicara tentang hal tidak berguna seperti itu denganmu. aku kesini hanya untuk bertemu dengan Eun si, dan bukan kau!" pandangan Ryeowook beralih kepadaku, "Eun si, apa kau mau berjalan-jalan keluar denganku? ada banyak hal yang ingin aku ceritakan padamu."

aku menatap wajah tampan yang tersenyum dihadapanku. aku mengangguk. Ryeowook menarik kursi rodaku dengan hati-hati namun kursi roda itu kembali berhenti. aku menoleh kebelakang, Tae hyun menahan kursi roda itu dengan kedua tangannya.
"Tae hyun," ucapku pelan. "Tidak apa-apa. bukankah Ryeowook tunanganku sendiri? jadi kurasa tidak apa-apa." aku mengakhiri kata-kataku dengan sebuah senyuman.

Tae hyun diam menatapku dengan ekspresi yang tidak aku mengerti, kemudian membungkukan tubuhnya, "Justru karena itu adalah 'dia' aku merasa tidak tenang." bisik Tae hyun lalu pergi dan melepaskan tangannya dari kursi rodaku.

aku menatap Tae hyun yang pergi kebelakang. apa yang sebenarnya terjadi? apa ada yang ia sembunyikan dariku?

"Eun si, ayo kita pergi."
pandanganku kini beralih pada Ryeowook, "ya."

aku merasa bahagia ternyata aku memilki seorang tunangan yang sangat tampan, tapi ada hal lain yang mengganjal didalam hatiku. kenapa pikiranku kini mulai memikirkan Tae hyun? apa sebelum aku hilang ingatan ada hal lain,...hubungan lain antara aku dan dirinya selain teman masa kecil?

to be continue...

Rabu, 18 Mei 2011

look only at me ep 2

para dokter mengatakan aku mengalami amnesia ringan karena benturan yang lumayana keras dikepalaku saat terjadi kecelakaan. aku tidak tahu apa dan dagaimana kejadian terakhir saat menjelang kecelakaan itu. aku tidak mengenal siapapun, merasa asing terhadap segalanya termasuk diriku sendiri. aku tidak mengenali diriku sendiri ! bukankah itu hal bodoh yang pernah ada? hal terkonyol! bagaimana mungkin aku tidak mengenali namaku sendiri.

laki-laki yang sendari tadi duduk didekat ranjangku terus-menerus memperhatikanku dengan wajah yang amat khawatir seakan-akan aku sewaktu-waktu akan langsung mati atau sejenisnya jika ia mengalihkan pandangannya meski hanya sedetik.  aku tidak mengenalinya, tapi ia sepertinya mengenaliku dengan sangat baik. entah kenapa aku bisa yakin. mungkin karena ada sorot yang berbeda dari mata laki-laki itu.

" Umm...apa aku boleh bertanya sesuatu?" tanyaku.
"Ya, tentu saja. " jawabnya berusaha terdengar biasa.
aku sedikit ragu, namun pada akhirnya akupun memberanikannya, "apa aku boleh tahu, siapa kau?" ahh bodohhh... "emmm maksudku siapa namamu, dari mana asalmu atau apa sebenarnya hubunganmu denganku." pandangan mataku tetap tertuju pada wajah laki-laki itu. "Aku minta maaf sebelumnya, tapi aku benar-benar merasa asing dengan segalanya karena aku...." aku menarik nafas panjang, "aku memang benar-benar tidak ingat."

sesaat tidak ada reaksi yang muncul dari wajah yang menurutku terkesan urakan seperti anak nakal, ditambah dengan rambutnya yang dicat kemerahan. lalu beberapa menit kemudian ia mulai menarik nafas pnajang sambil berusaha tersenyum. "Aku Kang Tae hyun, aku..." ia berhenti sejenak seakan ada sesuatu yang mengganggu pikirannya. apa dia sakit?
"hmm?" pancingku.
"Aku teman baikmu Eun si." lanjutnya dengan nada sedikit berbeda. "Dan aku harap aku bisa membuatmu ingat kembali tentang semuanya." lanjutnya.

aku diam. pandanaganku kembali memperhatikan wajah Tae hyun. ada yang aneh dengan sikapnya. apa mungkin seorang teman melihat temannya dengan pandangan seperti.... ahh tidak-tidak, apa yang sedang aku pikirkan.
"Ya, kuharap begitu." balasku.
####

setelah seminggu dirumah sakit, pihak rumah sakit membolehkanku untuk pulang dan istirahat dirumah, tapi dokter yang merawatku terus menerus memperingatkanku dan Tae hyun untuk sesegera mungkin menghubunginya jika aku jatuh pingsan atau sejenisnya. karena walaubagaimanapun juga, ingatanaku belum kembali dan memoriku kosong. sehingga akan ada effek yang hebat jika ingatan itu perlahan muncul.

Tae hyun dengan sabar membantuku membawa barang-barangku kedalam mobilnya sebelum ia mendorong kursi rodaku. lalu saat tangannya hendak menyentuh kursi roda, cepat-cepat aku mencegahnya. Tae hyun memperlihatkan ekspresi kebingungan yang khas.
"Aku ingin berjalan." ucapku.
"Tapi kau masih lemah Eun si. kau tidak perlu memaksakan diri." bujuknya.
"Aku tidak ingin merepotkanmu." kataku pelan
Tae hyun tertegun sesaat sebelum akhirnya tersenyum. "Kau tidak merepotkanku dan tidak akan merepotkanku. aku akan sangat senang jika dapat membantumu."
"Begitu?"
Tae hyun tersenyum sebagai jawaban "ya"
"Baiklah..."

Tae hyun mendorong pelan kursi rodaku. aku tidak bisa melihat ekspresi wajahnya karena ia ada dibelakangku. ada suatau hal aneh yang membuatku merasa aku sangat merindukan laki-laki dibelakangku ini. apakah ini karena perasaan sebagai seorang "teman"? ya, kuharap begitu.

Selama dirumah sakit Tae hyun terus menerus bercerita tentang segalanya, segala kenangan yang pernah aku miliki dan segala hal yang pernah aku miliki. ia terus menceritakan semua itu seakan-akan ia adalah diriku. ia terus bercerita ini dan itu, tanpa mempedulikan ekspresi bingung yang terkadang melintas diwajahku karena bagaimana mungkin ia dapat mengetahui semua detail tentang diriku? apakah ini hal yang wajar? ya...kuharap begitu. namun lepas dari semua itu, ketika jam istirahatku tiba sesuatu saat aku bangun dari tidur aku bisa melihat ekspresi sedih dan murung dari wajah Tae hyun. apa ia menyembunyikan sesuatu dariku? tapi aku selalu merasa ia telah menceritakan semuanya tanpa ditutup-tutupi, lalu? ahh lupakan hal itu, yang jelas aku bisa mempunyai penilaian positif dari laki-laki dibelakangku ini. ternyata ia adalah laki-laki yang baik dan lembut meskipun penampilannya memperlihatkan hal yang sebaliknya.
ada suatu hal aneh yang tiba-tiba saja terlintas dalam benakku, membuat mulutku mulai berbicara.
"Tae hyun..."
"Hmm?"
"Apa aku pernah menyukaimu?"
kursi rodaku langsung berhenti. apakah pertanyaanku sangat mengejutkannya?
"Tae hyun?" panggilku khawatir.
"Eh?" nada Tae hyun terdengar seperti orang yang baru sadar dari lamunannya.
"Apa aku pernah menyukaimu?" ulangku.

Tae hyun berdehem sekali sebelum akhirnya menjawab, "aku adalah teman baikmu Eun si, tentu saja kau menyukaiku." kemudian kembali mendorong kursi rodaku.

aku diam, ada perasaan aneh yang membuatku  ingin terus mengejar jawaban pasti darinya. "Bukan." elakku. "Bukan suka sebagai teman, melainkan sebagai kekasih. apa aku pernah?"

Tae hyun tidak berbicara namun ia tetap mendorong kursi rodaku.

"Tae hyun?"
"Tidak." jawabnya singkat.

suaranya terkesan dingin sekarang. apakah aku salah bicara? tapi aku merasa tidak ada yang salah dengan pertanyaanku. lalu kenapa Tae hyun memperlihatkan reaksi yang aneh untuk menjawab pertanyaan yang menurutku sepele ini? apa yang sebenarnya hubunganku dengan Tae hyun? kenapa hatiku selalu merasa tidak nyaman dengan semua hal ini. aku berharap ingatanku segera kembali. aku rela menanggung semuanya asalkan ingatanku kembali, walaupun itu adalah hal yang amat menyakitkan....


to be continue......